Rabu, 25 April 2012

MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP


MAKALAH
MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Islam Dan Lingkungan Hidup
Dosen Pembimbing : Muhdir, Spd.I, M.pd.I

                                                                                                                                   




Disusun Oleh :
1.    Eti Rismawati                                          2104164
2.    Insani Istiqomah                                                2103952
3.    Muhammad Syaeful Abdulloh                        2103958
4.    Nur Ahmad Jumad                                2103961
5.    Rowiyatun                                               2103965


Program Studi S 1 / IID / PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
(STAINU) KEBUMEN
TAHUN AKADEMIK  2010/2011
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
            Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmatnya, Inayah, dan Taufik-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan baik dan lancar.
            Menyadari bahwa penulis makalah ini tidak akan terwujud taanpa bantuan, dorongan, serta bimbingan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada Muhdir, Spd.I, M.pd.I selaku dosen pengampu yang telah membrikan dorongan, arahan, dan petunjuk dengan sabar dan sungguh-sungguh sehingga terwujudlah makalah ini. Ucapan terimakasih juga penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan atas terwujudnya penulisan makalah ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
            Akhirnya penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca sekalian dan penulis juga menyadari bahwa dalam penulisan maklah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis memohon kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb




Kebumen,   Maret 2011

Penyusun




ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................   i
KATA PENGANTAR ..............................................................................   ii
DAFTAR ISI ............................................................................................     iii
BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................
A.   LATAR BELAKANG ....................................................................
B.   RUMUSAN MASALAH ................................................................
BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................
BAB III PENUTUP ...................................................................................
DAFTAR REFRENSI  ............................................................................














iii
BAB I
A.   Pendahuluan
Pada saat ini hampir semua negara telah menyadari bahwa dalam pembangunan negara sangat memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, agar hasil pembangunan itu tidak menjadi bumerang kepada manusia sendiri. Untuk hal ini perlu partisipasi dan kesadaran itu  akan timbul apabila setiap warga negara itu memahami Ilmu Lingkungan dan kita sebagai umat islam tidak terlepas dari dalil Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW dalam menjaga lingkungan.
B.   Rumusan Masalah
1.    Apakah ilmu lingkungan itu ?
2.    Mengapa kita perlu melestarikan daya dukung lingkungan hidup ?
3.    Mengapa kita perlu suasana yang “ EVERGREEN “ ?














1
BAB II
PEMBAHASAN
A. ILMU LINGKUNGAN HIDUP
            Ilmu lingkungan adalah ilmu murni yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap makhluk hidup yang menerangkan berbagai sasa dan konsepnya kepada masalah yang lebih luas yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkuganna.
            Asas dan konsep ekologi sering dapat digunakan menanggulangi masalah ladang keilmuan yang lebih di terapkan di pihak lain telah disadari, bahwa masalh ekologi murni mungkin lebih menarik, tetapi kalau masalah lingkungan hidup yang menyankut diri manusia secara langsung maupun tidak langsung di tanggapibersama maka masalah ekologi murni tidak akan ada lagi di muka bumi ini. Intinya adalah ilmu lingkungan dapat menjadi wadah bagi pendekatan interdisiplin ilmu dalam mengatasi masalah lingkungan hidup manusia khususnya. Makhluk hidup umumnya.
B. PERANAN MANUSIA DALAM LINGKUNGAN HIDUP
            Tuntutan kebutuhan hidup mendorong manusia beradaptasi dengan lingkungan melalui berbagai cara sesuai kemampuan, bahkan dorongan ini tidak terbatas pada adaptasi, melainkan memotivasi memberdayakan melalui penyeimbangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
            Pengembangan pola hububgan manusia dengan alam lingkungan di tentukan keaktifan serta rasa tanggungjawab dari manusia itu sndiri sebagai mahluk dominan dalam memanfaatkan alam lingkungannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat netral, menjadi bermanfaat atau merusak lingkungan sangat tergantung pada manusia yang menerapkannya. Kearifan serta rasa tanggung jawab dalam mengelola lingkungan baik sebagai jaminan kelangsungan hidup maupun pemenuhan kebutuhan kehidupan, merupakan perwujudan kesadaran etika lingkugan hidup dalam diri setiap orang.



2
            Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki daya fikir dan penalaran yang tinggi, di samping itu manusia memiliki budaya, peranata sosial, dan pengtahuan serta teknologi yang semakin berkembang. Peran manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan negatif. Peran manusia yang bersifat positif adalah peran yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan sedangkan peranan bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan, kerugian ini
timbul secara langsung maupun tidak langsung akibat dari kegiatan manusia dalam memenuhi kehudupanny.
1.    Peranan manua yang bersifat Positif
a.    Melakukan Eksploitasi sumber daya alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat di perbaharui.
b.    Mengadakan Reboisasi dan penghijauan untuk menjaga kelestarian keankaragaman jenis flora dan fauna serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir.
c.    Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemaran yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batas.
d.    Melakukan sistim pertanian secara rotasi atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Ungntuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan atau terasering guna mencegah erosi.
e.    Membuat peraturan,atau undang-undang untuk melindungi likungan dan keanekaragaman flora dan fauna di dalam alam semesta.
2.    Peranan manua yang bersifat Negatif
a.    Eksploitasi secara besar-besaran sehingga prsediaan SDA cepat habis.
b.    Pemburuan flora dan fauna yang mengancam punahnya jumlah keanekaragaman mahluk hidup di bumi.
c.    Berubahnya profil permukaan muka bumi yang dapat mengganggu kesetabilan tanah hingga menimbulkan longsor.
d.    Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu kedalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. Hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri.



3
Manusia di perbolehkan dalam memanfaatkan lingkungan sebagaimana dalam Firman Allah SWT ; Q.S AL-Mulk 67:15 yang artinya
“ Dialah yang menjadkan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya, dan makanlah sebagian dari rizki-Nya dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) di bangkitkan “.
Akan tetapi, lingkungan hidup sebagai sumber daya mempunyai regenerasi dan asimilasi yang terbatas. Selama eksploetasi atau penggunaan dibawah batas daya regenerasi atau asimilasi, maka sumber daya alam yang terbatas ini dapat digunakan secara lestari, tetapi apabila ambang batas itu dilampaui, maka sumber daya alam akan mengalami kerusakan dan fungsinya sebagai faktor produksi akan mengalami gangguan.
Sering kita mendengar bahwa, manusia sebagai kholifah di muka bumi, sebagai mana yang disebut dalam Q.S AL-Baqarah:30
“ (Dan ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “ Aku hendak menjadikan khalifah di Bumi “
            Arti khalifah di sini adalah seorang yang diberi kedudukan oleh Allah SWT untuk mengelola suatu wilayah, ia berkewajiban untuk menciptakan suatu masyarakat yang hubungannya dengan Allah SWT dengan baik, kehidupan masyarakat harmonis dan agamis
            Surat Ar-Rahman : 1-2 adalah ayat luar biasa indah untuk menggambarkan penciptaan alam semesta dan tugas manusia sebagai kholifah, perlu kita jelaskan bahwa menjadi kholifah di muka bumi itu bukan sebuah yang otomatis di dapat ketika manusia lahir di bumi, manusia harus membuktikan dulu kapasitasnya sebelum di anggap layak untuk menjadi kholifah.
C.   PENGARUH MANUSIA DALAM LINGKUNGAN
Faktor lingkungan baik biotik maupun abiotik selalu mengalami perubahan, perubahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba ataupun terjadi secara perlahan-lahan. Dari manusia pemburu berubahan menjadi manusia pemelihara, dari manusia normatis berubah mjadi menetap, mulailah perkembangan bercocok tanam.


4
Mula-mula pengaruh manusi terhadap llingkungannya dan keselarasannya ini tidaklah terlalu besar, alam masih sanggup membuat keseimbangan baru akibat perubahan yang di buat oleh manusia. Namun apa yang terjadi kemudian sangat mencemaskan kita semua, karena evolusi kebudayaaan melahirkan ilmu dan teknologi yang kadand-kadang belum di kuasai sepenuhnya telah digunakan secara luas, sehingga bukan mustahil bisa menghancurkan alam, akibatnya lingkungan tidak dapat lagi mendukung kehidupan, akhirnya beakhirlah manusia sebagai penduduk bumi.
Dengan ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar, mulailah manusia melepaskan keterganttungan pada alam sekitarnya, manusia marasa baha alam di ciptakan untuk manusia dan karena itu alam harus ditaklukkan untuk kepentinggannya.
Alat rumah tangga makin bermacam-macam, semua ini di ciptakan demi kesenangan manusia, manusia menciptakan pula berbagai jenis alat angkutan untuk memudahkan kehidupan manusia. Di galinya berbagai jenis barang tambang, di bangunnya berbagai bendungan, pusat-pusat pembangkit listrik untuk memudahkan kehidupan manusia. Intervensi manusia terhadap lingkungan, terhdap ekosistem semkin dalam dan rumit semua itu di lakukan demi kesenngan manusia, jika perbuatan ini di lakukan terus menerus dan tidak ada tindakan bersama yang terrencana dan terkoordinir maka membahayakan kelangsungan hidup mana ingatusia itu sendiri.
Perlu kita ingat bahwa kita hanya mempunyai satu bumi dan bumi ini yidak pernah bertambah luas permukaannya, pada suatu saat kapasitas tampung bumi ini akan mencapai tititk maksimal.
D.   LINGKUNGN HIDUP ANG DI HARAPKAN MANUSIA
Setiap mahluk hidup menginginkan agar tempat hidupnya memberikan keamanan dan menyenangkan, demi kelangsungan hidup bagi individu dan kelompok dari jenisnya. Suatu ekosistem mempunyai stabilitas tertentu, makin besar stabilitasnya, makin besar keanekaragaman ekosistem, misal hutan tropis, hutan dikatakan mempunyai stabilitas yang tinggi tetapi kecil sekali memberikan daya dukung untuk kelangsungan hidup manusia, yang di maksud daya dukung ialah adanya unsur biotik dan abiotik yang dapat di manfaatkan oleh manusia, oleh karena itu manusia selalu berusaha menaikan daya dukung lingkungan sekitarnya, dalam hal ini kepada ekosistem tertentu di tinggatkan energinya.

5
Harus diakui bahwa di satu pihak Allah SWT telah menciptakan seluruh alam seisinya hanya untuk memenuhi kebutuhan suatu mahluk yang dinamakan manusia, tetapi di lain pihak manusia harus dapat menjaga agar lingkungan tetap lestari dan memiliki daya dukung yang lebih kuat, untuk itu manusia harus menggunakan potensi lingkungan secara efisien dan lebih bermanfaat bagi sesama, hal ini juga sama seperti firman Allah SWT
“ Dan Allah telah menjadikan sumber daya alam dan lingkungan sebagai daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia, yang demikian hanya ditangkap oleh orang-orang yang memiliki daya nalar yang memadai “
Lingkungan hidup dapat memenuhi syarat kehidupan para penghuninya bila situasi dan kondisi lingkungan hidup itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan minimal dari para penghuninya, maka untuk menyediakan lingkungan hidup yang memadai perlu adanya perencanaan pengelolaan.
Semakin modern suatu masyarakat berarti semakin komplek pula hidupnya dan semakin beranekaragam kebutuhannya, erkat kemajuan teknologi, manusia lebih mendapat kesempatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam hidupnya, tetapi terkadang manusia mencemari lingungan hidupnya. Contohnya pada saat ini banyak sekali kendaraan bermotor dan asap-asap pabrik yang mengakibatkan polusi udara, kalau hal ini terjadi secara berkelanjutan, maka keselamatan manusia sedikit demi sedikit akan terganggu, untuk meminimalkan dampak negatif tersebut perlu adanya lahan hijau atau membuat jalur hijau di daerah perkotaan sehingga memberikan suasana EVERGREEN
Pada umumnya tiap negara mempunyai suatu tempat yang dijadikan kebanggaan negara itu sebagai identitas negara tersebut karena mempunyai keistimewaan tersendiri. Tempat itu kadang memiliki keindahan yang luar biasa adau peninggalan sejarah yang tidak ada duanya di dunia atau tempat flora dan fauna khusus yang hanya ada di tempat tersebut dan selalu di jaga kelestariannya, tempat tersebut sering dijadikan menjadi taman nasional.




6
Taman nasional ini umumnya dijadikan tempat paiwisata untuk menambah pendapatan daerah tersebut, kalau kita mendatangi taman nasional selain mendapatkan suasana yang berbeda  kita juga dapat menikmati keindahan taman nasional itu sehingga kita bisa mengagumi dan mensyukuri betapa indahya ciptaan Allah SWT, para pengunjung juga dapat melakukan olahraga, memancing, dan lain-lain sesuai sarana dan prasarana yang terdapat di taman nasional tersebut, suasana yang asri dan jauh dari polusi adalah suasana yang di dambakan bagi setiap manusia, tetapi hal tersebut amat sulit terwujud apabila penduduk dari daerah sekitar dan para pengunjung tidak mampu menjaga kelestarian daerah tersebut.
Air bersih suatu saat nanti mungkin sudah tidak dapat lagi mencukupi kebutuhan manusia yang selalu meningkat, karena semakin bayaknya limbah-limbah pabrik yang di buang sembarangan yang mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan terutama lingkungan air yang mengakibatkan pencemaran dan rusaknya ekosistem air tersebut, penggunaan kendaraan bermotor dan asap-asap pabrik yang semakin lama semakin meningkat karena untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sehingga mengakibatkan pencemaran udara yang mengakibatkan menipisnya lapisan ozon yang mengakibatkan bumi menjadi terasa panas yang akhir-akhir ini sedang ramai di bicarakan yaitu pemanasan global, di bumi juga terjadi perubahan iklim yang sangat ekstrim, pergantian cuaca dan iklim yang sudah tidak seimbang, semua ini akibat dari keserakahan manusia yang hanya ingin memanfaatkan apa yang ada di alam dan enggan untuk merawat dan melstarikan lingungan,  maka kesadaran dan pengertian yang harus di tanamkan pada diri kita masing-masing agar lebih menghargai alam dan mau melestarikannya sebagaimana mestinya, mulailah menggalangkan teknologi yang ramah lingkungan dan tidak menggunakan alam secara berlebihan melebihi kapasitasnya.







7
E.   PEMBANGUNAN LINGKUNGAN HIDUP
Pembangunan lingkungan hidup pada hakikatnya untuk mengubah lingkungan hidup, yakni mengurangi resiko kerusakan lingkungan atau memperbesar manfaat lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, dengan di iringi tanggung jawab untuk memelihara dan memakmurkan alam sekitarnya, Allah SWT berfirman :
“ Dan kepada tsamud ( kami utus ) saudara shaleh, shaleh berkata “ Hai kaum ku, sembahlah Allah SWT, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi ( Tanah ) dan menjadika kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat ( Rahmat-Nya ) dan lagi memperkenankan ( do’a hamba-Nya )
Upaya memelihara dan memakmurkan lingkugan alam sekitar bertujuan untuk melestarikan daya dukung lingkungan sehingga dapat menopang secara berkelanjutan pertumbuhan dan perkembangan yang kita usahakan untuk pembangunan. Walaupaun lingkungan berubah, kita usahakan agar tetap dalam kondisi yang mampu untuk menopang secara terus menerus pertunmuhan dan perkembangan manusia, sehingga kelangsungan hidup kita dan para anak cucu kita nanti dapat terjamin pada tingkat mutu hidup yang makin baik, konsep ini sering kita sebut dengan Perkembangan Lingkungan Berkelanjutan.
Manusia di wajibkan untuk melestarikan lingkungan dan menjaganya, jika hal ini tidak dilaksanakan bukan hanya hukuman di dunia seperti bencana alam seperti banjir, tanah longsor, tsunami, gunung meletus, gempa bumi, angin ribut, kekeringan dan masih bayak lagi bencana yang dapat menimpa manusia di dunia ini  apabila tidak mau melestarikan dan memanfaatkan alam sebagaimana mestinya, selain bencana yang bisa menimpa di dunia manusia juga akan di tuntut pertanggung jawabannya di akhirat nanti, sesuai dengan Hadis nabi Muhammad SAW :
“ Barang siapa yang memotong pohonsidrah maka Allah SWT akan meluruskan kepadanya tepat kedalam Neraka “. ( HR Abu Daud )
“ Barang siapa di antara orang islam yang menanam tanaman maka hasil tanamannya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah, dan barang siapa yang merusak tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari kiamat “. ( HR. Muslim )














BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Manusia dan lingkungan adalah ciptaan Allah SWT, keduannya saling berkaitan, manusia memanfaatkan lingkungan dan lingkungan dijaga dan dilestarikan oleh manusia, manusia diperbolehkan memanfaatkan lingkungan sebagai bukti rahmat Allah SWT kepada manusia, namun dalam pemanfaatan itu ada batasan-batasannya , jika manusia melampaui batas maka kerugian dan kehancuran akan menimpanya, karena sesungguhnya lingkungan itu mempunyai energi tersendiri yang sebenarnya semua itu di kehendaki Allah SWT, maka kita harus tau apa yang tepatnya kita lakukan, dijelaskan pula bahwa orang-orang yang merusak lingkungan itu adalah orang-orang yang tidak beriman, kalau kita mengaku kita beriman maka kita harus mengikuti aturan-aturan termasuk aturan lingkungan hidup.














13
DAFTAR PUSTAKA
1.    Maskoeri Jasin, 2002, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta, PT Raja Grafindo Pustaka
2.    H. Darsono, T. Ibrahim, 2009, Pemahaman AL-Qur’an dan Hadist. Solo PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
3.    Departemen Agama NKRI, AL-Qur’an dan Tafsirnya, Jakarta. 1996














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar