Kamis, 26 April 2012

PERKEMBANGAN INDIVIDU DALAM KONTEKS BELAJAR


PERKEMBANGAN INDIVIDU DALAM KONTEKS BELAJAR
RINGKASAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Semester IV
Program Strata Satu (S1) Fakultas Tarbiyah
Kelompok Kelas : IV D
Mata Kuliah : Psikologi Pembelajaran
Dosen Pembimbing : Drs. H. Ari Tasiman, M. Pd


Description: Description: Logo_STAINU





Oleh Kelompok IV :
1. Muhammad Syaeful Abdulloh                            NIM. 2103958
2. Mulan Setia Nungki                                              NIM. 2103959
3. Mustaqim Nurhadi                                               NIM. 2103960
4. Nur Wahid                                                             NIM. 2103962

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
(STAINU) KEBUMEN
2012


A.    Pengantar : Makna Perkembangan
Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan ke arah lebih maju. Makna pertumbuhan (growth) berarti tahapan peningkatan sesuatu dalam hal jumlah, ukuran, dan arti pentingnya. Pertumbuhan juga dapat diartikan sebuah tahapan perkembangan (a stage of development)[1]
Perkembangan adalah : perihal perkembangan. Yang berarti mekar terbuka atau membentang; menjadi besar, luas, dan banyak serta menjadi tambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya[2].
Perkembangan adalah : Tahapan-tahapan perubahan bersifat progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya[3].
Pertumbuhan dapat dipandang sebagai pertumbuhan dalam ukuran badan, tetapi dalam literatur pendidikan dan psikologi, istilah “pertumbuhan” meliputi “kematangan”, “perkembangan” dan “belajar”[4].
B.     Proses dan Tugas Perkembangan
Proses adalah tahapan-tahapan kegiatan. Dalam koneks perkembangan, proses berarti tahapan-tahapan perubahan yang dialami seseorang baik yang bersifat jasmaniah maupun ruhaniyah.
Tahapan perkembangan individu dan tugas-tugas perkembangan antara lain ialah :
1.      Fase Bayi/ kanak-kanak dan Tugas-tugas perkembangannya
Tugas-tugas perkembangan pada fase ini sebagai berikut :
a.       Belajar memakan makanan keras
b.      Belajar berjalan
c.       Belajar bicara
d.      Belajar mengendalikan pengeluaran benda-benda buang dari tubuhnya
e.       Belajar membedakan jenis kelamin dan bersopan santun
f.       Mencapai kematangan untuk belajar membaca
g.      Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibu dan ayahnya, saudara kandungnya, dan orang-orag di lingkungannya
h.      Belajar membedakan yang baik dan yang buruk, antara yang benar dan salah, dan mengembangkan kata hati
2.      Fase Anak-anak dan Tugas-tugas Perkembanganya
Tugas-tugas perkembanga pada fase ini sebagai berikut :
a.       Belajar ketrampilan fisik yang diperlukan untuk bermain
b.      Membina sikap yang positif terhadap dirinya sendiri sebagai seorang individu yang sedang berkembang
c.       Belajar bergaul degan teman-teman sebaya sesuai dengan etika moral yang berlaku di masyarakat
d.      Belajar memainkan peran sebagai seorang pria (jika ia seorang peria) dan wanita (jika ia seorang wanita)
e.       Mengembangkan dasar-dasar ketrampilan membaca, menulis, dan berhitung
f.       Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan kehidupan sehari-hari
g.      Mengembangkan kata hati, moral dan skala nilai yang selaras dengan keyakinan dan kebudayaan yang berlaku di masyarakat
h.      Mengembangkan sikap objektif baik positif maupun negatif terhadap kelompok dan lembaga kemasyarakatan
i.        Belajar mencapai kemerdekaan atau kebebasan pribadi sehingga menjadi dirinya sendiri yang independen (mandiri) dan bertanggung jawab
3.      Fase remaja dan Tugas-tugas Perkembangan
Tugas-tugas perkembangan pada fase ini sebagai berikut :
a.       Mencapai pola hubungan baru yang lebih matang dengan teman sebaya yang berbeda jeniskelamin sesuai dengan keyakinan dan etika moral yang berlaku dalam masyarakat.
b.      Mencapai peranan sosial sebagai pria atau wanita selaras dengan tuntutan sosial dan kultur masyarakatnya.
c.       Mempersiapkan diri untuk mencapai karier dalam bidang ekonomi
d.      Mempersiapkan diri untuk memasuki dunia pernikahan
4.      Masa Dewasa Awal dan Tugas-tugas Perkembangannya
Tugas-tugas perkembangan pada fase ini sebagai berikut :
a.       Memilih teman bergaul (sebagai calon suami atau istri)
b.      Belajar hidup bersama suami istri
c.       Mulai hidup berkeluarga
d.      Belajar mengasuh anak
e.       Mengelola rumah
f.       Mulai bekerja dalam suatu jabatan
g.      Mulai bertanggung jawab sebagai warga negara
5.      Masa setengah baya dan Tugas-tugas perkembangannya
Tugas-tugas perkembangan pada fase ini sebagai berikut :
a.       Mencapai tanggung jawab yang lebih dewasa sebagai warga negara
b.      Membantu mengasuh anak
c.       Mengembangkan aktifitas dan memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya
d.      Menyesuaikan diri dengan orang yang berusia lanjut
6.      Masa Tua dan Tugas-tugas Perkembangannya
Tugas-tugas perkembangan pada fase ini sebagai berikut :
a.       Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan dan kesehatan jasmaninya
b.      Menyesuaikan diri dengan keadaan pensiun dan berkurangnya penghasilan
c.       Menyesuaikan diri dengan kematian pasangannya
d.      Membina hubungan yang tegas dengan para anggota kelompok seusia
e.       Membina pengaturan jasmani
f.       Menyesuaikan diri terhadap peran-peran sosial dengan cara yang luas
Di dalam memahami tugas-tugas di atas maka perlu memperhatikan prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut :
1.      Perkembangan melibatkan perubahan
2.      Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan selanjutnya
3.      Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar
4.      Pola perkembangan dapat diramalkan
5.      Pola perkembangan mempunyai karateristik yang dapat diramalkan
6.      Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan
7.      Periode pola erkembangan
8.      Pola setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial
9.      Setiap bidang perkembangan mengandung bahaya yang potensial
10.  Kebahagiaan beevariasi pada berbagai periode perkembangan
Setiap individu secara umum akan mengalami perkembangan yang meliputi aspek-aspek[5] :
1.      Perkembangan fisik
2.      Perkembangan motorik
3.      Perkembangan bicara
4.      Perkembangan emosi
5.      Perkembangan sosial
6.      Perkembangan bermain
7.      Perkembangan kreativitas
8.      Perkembangan pengertian
9.      Perkembangan moral
10.  Perkembangan pesan sexs
11.  Perkembangan kepribadian
C.    Perkembangan Motorik, Kognitif, Sosial dan Moral
1.      Perkembangan Motorik (Motoric Development)
Ialah Proses perkembangan yang progresif (maju) dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam ketrampilan fisik anak (motor skill)
2.      Perkembangan Kognitif (Cognitive Development)
Ialah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan[6].
Pengklasifikasian perkembangan kognitif anak menjadi empat tahapan yakni[7] :
1.      Tahapan sensory-motor, yakni perkembangan ranah kognitif yang terjadi pada usia 0-2 tahun
2.      Tahapan pre-operational, yakni perkembangan ranah kognitif yang terjadi pada usia 2-7 tahun
3.      Tahapan concrete-operational, yakni perkembangan ranah kognitif yang terjadi pada usia 7-11 tahun
4.      Tahapan formal-operational, yakni perkembangan ranah kognitif yang terjadi pada usia 11-15 tahun
3.      Perkembangan Sosial dan Moral (social and Moral Development)
Ialah proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak berkomunikasi dengan orang lain, baik sebagai individu maupun kelompok.
D.    Arti Penting Perkembangan bagi Proses Pembelajaran
Antara perkembangan dan belajar terdapat hubungan yang sangat erat, sehingga hampir semua proses perkembangan memerlukan belajar. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa setiap anak biasanya berkembang karena belajar.
Program pengajaran di sekolah yang baik adalah yang mampu memberikan dukungan kepada para siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan mereka. Oleh karena itu setiap guru selayaknya memahami seluruh proses dan tugas perkembangan manusia.
Manfaat mengetahui pengetahuan tentang proses perkembangan dengan segala aspeknya antara lain[8] :
a.       Guru dapat memberikan layanan bantuan dan bimbingan yang tepat kepada siswa
b.      Guru dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan timbulnya kesulitan belajar siswa, selanjutnya dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menanggulanginya
c.       Guru dapat mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memulai aktivitas proses beljar mengajar tertentu
d.      Guru dapat menemukan dan menetapkan tujuan-tujuan pembelajaran dan pengajaran materi pelajaran tertentu




[1] McLeod (1989) dalam Syah, (1996:40)
[2] KBBI (1991)
[3] Dictionary of Psychology (1972) dan Syah (1996)
[4] Hamlak (1992)
[5] Hurlock (1997)
[6] (Neisser, 1976 dalam Muhibbin Syah, 1996:65)
[7] Jean Piaget
[8] Syah, 1996:82

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar